Total Pageviews

Saturday, November 10, 2018

Mendikbud Imbau Guru Terus Kembangkan Model Pembelajaran HOTS 10 November 2018

Mendikbud Imbau Guru Terus Kembangkan Model Pembelajaran HOTS  10 November 2018  





Yogyakarta, Kemendikbud —- Memasuki era milenium, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, mengimbau para guru untuk terus mengembangkan belajar mengajar di sekolah dengan model cara berpikir tinggi/higher order thinking skills (HOTS).

Dengan pengembangan model tersebut dapat menghasilkan anak-anak berkemampuan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi yang baik, berkolaborasi, berpikir kreatif, dan percaya diri. Hal tersebut disampaikan Mendikbud saat membuka kegiatan Pembekalan Guru Inti Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berorientasi pada HOTS, di Yogyakarta, Jumat (09/11/2018).

“Dalam menyiapkan peserta didik yang siap bersaing menghadapi era milenium dan revolusi industri 4.0, guru harus mampu mengarahkan peserta didik untuk mampu berpikir kritis, analistis, dan mampu memberikan kesimpulan atau penyelesaian masalah,“ jelas Mendikbud.

Mendikbud mengatakan, belajar pada hakekatnya adalah perubahan tingkah laku. Perubahan tersebut mencakup cara berpikir, bersikap, dan bertindak. “Dalam berbuat sesuatu, pertama yang dilakukan adalah berpikir dahulu. Bersikap dipengaruhi cara berpikir. perilaku atau tindakan, suatu langkah konkrit berdasarkan sikap. Itulah belajar,” terang Mendikbud.

Mendikbud mengajak para guru untuk memperkuat perilaku siswa dengan komponen berpikir, bersikap, dan bertindak. “Ajak siswa kita untuk berpikir kreatif dan kritis, membangun kerja sama atau berkolaborasi. Mohon guru inti jangan berikan pendidikan yang tidak kreatif. Kita harus memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita,“ pesan Mendikbud.

Mendikbud juga berharap para guru inti dapat menularkan ilmu yang didapat selama kegiatan pembekalan kepala guru lain. Tugas guru inti tidak boleh pilih kasih dalam memberikan pencerahan kepada sesama guru. Bagi pengalaman yang didapat.

Kegiatan Pembekalan Guru Inti Nasional Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tinggi yang diselenggarakan pada tanggal 8 hingga 13 November 2018, diikuti oleh 240 peserta dari Provinsi Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat.

Tujuan diselenggarakannya kegiatan pembekalan guru ini adalah untuk menyiapkan guru inti dalam zonasi Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi sesuai dengan mata pelajaran yang diampu guru. Selain itu, untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru inti dalam program peningkatan kompetensi, meliputi konsep, strategi penggunaan perangkat, dan strategi pelaksanaan PKP dalam pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tinggi.

“Sehingga dapat meningkatkan kualitas peserta didik yang pintar dan sukses,” pungkas Mendikbud. *

Yogyakarta, Jumat 9 November 2018
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Sumber : Siaran Pers BKLM, Nomor: 226/Sipres/A5.3/HM/XI/2018

sumber : https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2018/11/mendikbud-imbau-guru-terus-kembangkan-model-pembelajaran-hots

Monday, November 5, 2018

Skema Baru Seleksi Masuk PTN 2019



Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah menetapkan kebijakan terkait Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2019. Kebijakan tersebut terkait pengembangan model dan proses seleksi yang berstandar nasional dan mengacu pada prinsip adil, transparan,fleksibel, efisien, akuntabel serta sesuai perkembangan teknologi informasi di era digital. Untuk itu mulai tahun 2019 Kemenristekdikti akan memberlakukan kebijakan di bidatng seleksi penerimaan mahasiswa baru yang dilaksanakan oleh institusi bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

LTMPT merupakan lembaga nirlaba penyelenggara tes masuk Perguruan Tinggi (PT) bagi calon mahasiswa baru. LTMPT berfungsi: (1) mengelola dan mengolah data calon mahasiswa baru untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh Rektor PTN; (2) melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam konferensi pers Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 di Ruang Sidang Utama, Gedung D Kemenristekdikti  (22/10/) menyebutkan terdapat sejumlah ketentuan baru yang berbeda dari tahun sebelumnya, termasuk sistem tes yang dilakukan peserta sebelum mendaftar ke PTN.

“Tahun 2019 mendatang Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri diselenggarakan oleh institusi bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), dan sistem pelaksanaannya pun berbeda. Kalau tahun sebelumnya peserta daftar dulu baru tes, maka ketentuan di tahun 2019 adalah tes dulu kemudian dapat nilai. Nah nilai tersebut dipakai untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri,” ungkap Menteri Nasir.

Beliau menambahkan, pada pelaksanaan SBMPTN 2019 hanya ada satu metode tes yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan dua materi tes, yakni Tes Potensi Skolastik dan Tes Kompetensi Akademik. Mulai tahun mendatang metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) ditiadakan dan UTBK berbasis Android sementara belum diterapkan (masih dikembangkan).

Lebih lanjut Menteri Nasir menjelaskan pola seleksi masuk PTN tahun 2019 tetap akan dilaksanakan melalui tiga jalur yaitu, yakni SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri, dengan masing-masing  daya tampung SNMPTN minimal 20%, SBMPTN minimal 40% dan Seleksi Mandiri maksimal 30% dari kuota daya tampung tiap prodi di PTN.

Ketua Panitia SBMPTN 2018 sekaligus Rektor Universitas Sebelas Maret Ravik Karsidi menyebutkan, Peserta Tes Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 dapat mengikuti UTBK maksimal sebanyak dua kali, dengan membayar uang pendaftaran UTBK sebanyak Rp. 200.000 pada setiap tes. Ia menambahkan peserta dapat menggunakan nilai tertingginya dalam mendaftar program studi yang diinginkan, pada dua kali UTBK, dengan jenis soal akan sama, namun pertanyaannya akan berbeda. Ia menyebutkan, hal ini bertujuan menjaring calon mahasiswa yang berkualitas serta sesuai perkembangan teknologi informasi di era digital.

Pada kesempatan tersebut tampak hadir Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Naim, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) sekaligus rektor ITB Kadarsah Suryadi, Sekretaris panitia pelaksana SBMPTN 2018 sekaligus rektor ITS Joni Hermana, serta tamu undangan lainnya.

Read more at https://ristekdikti.go.id/kabar/skema-baru-seleksi-masuk-ptn-2019/#ym3DwO0qlSlkEBm8.99

Friday, November 2, 2018


Nilailah Pertemanan yang sedang Kamu Bina pada Masa Kini

Ingat-ingat tiga atau empat dari sahabat-sahabatmu—orang-orang yang paling banyak menghabiskan waktunya dengan kamu dan yang paling mempengaruhi kamu. Apakah pengaruh itu membangun dirimu atau sebaliknya, menjatuhkan? Apakah kamu saling mendukung dengan mereka dalam membuat pilihan-pilihan yang baik, bahkan ketika pilihan-pilihan buruh mudah didapatkan?
Ada teman-teman yangmenolongmu agar menjadi dirimu sendiri yang terbaik, dan ada juga teman-teman yangmembuatmu lebih baik kalau kamu tidak bersama mereka. Gunakan akal sehat ketika memilih teman, maka kamu akan memiliki teman-teman yang mempengaruhimu dengan banyak cara yang positif.

Menguji Pertemanan
Bagi siapa saja yang kamu anggap teman, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
No
Apakah dia . . .
Sering
Jarang
Tidak Pernah
1
Orang yang kamu percaya?



2
Orang yang mendorongmu untuk berhasil dan berprestasi-dan merayakan keberhasilanmu (bukannya menjadi iri atau bersikap negatif)?



3
Orang yang karakternya baik (artinya: jujur, tulus, setia, layak dihormati, dan bertanggung jawab)?



4
Orang yang menyelesaikan perselisihan dengan cara damai?



5
Orang yang memiliki hubungan yang kuat dan positif dengan orangtuanya dan/atau orang-orang dewasa yang lain?



6
Orang yang serius menuntut ilmu?



7
Orang yang tahu bagaimana membuat rencana dan menentukan sasaran?



8
Orang yang memiliki pandangan positif mengenai masa depan?



9
Orang yang dapat bergaul dengan mereka yang memiliki latar belakang berbeda-yang tidak bersikap ganda atau berprasangka?



10
Orang yang baik dan jelas bersih?



11
Orang yang menghormati diri sendiri?



12
Orang yang menghindari situasi-situasi yang berbahaya?



13
Orang yang mengambil risiko positif?



14
Orang yang memberi sumbangsih bagi komunitas dan melayani orang lain?



15
Orang yang menanamkan pengaruh yang positif terhadap dirimu dan anak-anak lain?




SKOR:
Karena tidak ada yang sempurna, hanya segelintir orang yang memiliki kualitas itu pada waktu yang bersamaan. Namun makin banyak kualitas yang dimiliki seorang teman, makin baik pertemanan itu bagi dirimu. Jika seorang teman nyaris tidak memiliki semua atau sebagian besar kualitas-kualitas tersebut, hendaknya kamu mulai mempertimbangkan untuk mencari teman baru. Jika teman tersebut justru orang-orang yang betul-betul kamu perdulikan, mungkin kamu dapat menanamkan pengaruh positif dan menolong dia mengembangkan lebih banyak dari kualitas-kualitas itu.
(Apa yang Dibutuhkan Remaja agar Berhasil, 1998)

Saturday, October 27, 2018


NAMA ANDA MEMPENGARUHI HIDUP ANDA

“Apakah arti sebuah nama?” “Kata Julietnya Shakespeare,” . . .sekuntum mawar dengan semua nama baru pun tetap harum baunya”. Lirik tersebut tampaknyabenar, akan tetapi menurut Psikologi belum tentu tepat.
Nama akan berpengaruh terhadap cara orang memahami kita, bagaimana harapan mereka terhadap kita juga. Penelitiannya pertamaEagelson (1946), mengatakan bahwa ada beberapa nama yang yang sudah memiliki arti, misalnya John sebagai orang yang baik hati dan dapat dipercaya, Tony sebagai orang yang mudah bergaul.
Anak sering memiliki stereotip tentang nama, hal itu yang mempengaruhi interaksi mereka dengan teman-temannya. Anak dengan nama yang familiar cenderung lebih terkenal dengan anak dengan nama yang tida umum (Mc David Dan Harari, 1966).
Sehingga guru pun sering dipengaruhi oleh permainan nama dalam memberikan nilai yang lebih tinggi terhadap nama yang disukai atau yang dianggap keren baginya.
Dan guru juga melihat nama anak tersebut juga berdasarkan pandangan ras.  Penelitian Ford, dkk (1984), yang memberikan pandangan kalau arti nama yang lebih familiar  yang memiliki pandangan yang negatif akan hilang ketika adanya perbedaan ras dan tingkat sosial.
Penelitian lain mengungkapkan arti nama depan yang tidak familiar yang menguntungkan karena memberikan keunkan tersendiri terhadap orang itu. Menurut Sudowski, dkk (1983), yang menunjukkan kalau psikolog dengan nama depan yang tidak familiar lebih berhasil daripada psikolog dengan nama yang familiar.

Tuesday, October 23, 2018


CARA MENINGKATKAN KEBIASAAN BELAJAR



Bagi kebanyakan murid, belajar berarti menggaris bawahi buku pelajaran dengan stabilo kuning sambil mendengarkan musik ruang lain.
Atau, bila menghadapi ujian esok, belajar berarti minum kopi yang banyak, atau minum pil pencegah kantuk dan menghabiskan sepanjang malam untuk berusaha menjejali otaknya dengan sebuah bahan pelajaran yang sebetulnya harus dipelajari selama delapan minggu sebelumnya. Kebiasaan belajar semacam itu, biasanya menghasilkan pemahaman yang cukup untuk dapat lepas dari masa percobaan sekolah.dan karena kebiasaan itu diperkuat dengan cara tersebut, maka akan terpelihara selamanya (Fox, 1962). Namun, kebiasaan cara yang paling tidak efisien dalam belajar.
Belajar merupakan masukan, proses, dan penyimpanan informasi yang dapat dibangkitkan kembali pada waktu mendatang. Membaca tanpa perhatian sambil mendengarkan musik menyebabkan kecilnya pemrosesan dan tentu saja berakibat pada kecilnya penyimpanan. Atau, setelah anda membaca tiga halaman buku, berapa kali anda mendapati tak mengerti sama sekali dengan apa yang dikatakan buku tersebut?.
Dan kalau belajar mendadak, anda menjejalkan begitu banyak masukan dalam waktu yang begitu singkat yang mengakibatkan fungsi mengolah dan menyimpan dari otak menjadi berlebihan dan tak efisien. Sebagai akibatnya, informasi yang ada macet total, dan manakala hendak dibangkitkan, sulit ditemukan dan lebih sulit diatur. Singkat kata, tak satu pun dari cara tersebut berhasil dengan sangat baik. Keduanya dibutuhkan waktu terlalu lama hanya untuk mempelajari sesuatu yang sangat sedikit.
Kalau begitu bagaimana pemecahannya? Sebelum mencari pemecahannya kita harus memerinci masalah tersebut. Bagaimana tepatnya cara anda belajar?
Analisislah kegiatan belajar anda sehari-hari selama dua minggu, bukan saat ujian. Catatan anda berupa informasi:
1. Berapa lama anda belajar?
Bertentangan dengan kebijakkan sekolah, jumlah waktu yang digunakan untuk belajar bukan faktor yang paling menentukan dalam proses belajar.
2. Bagaimana membagi waktu belajar?
Belajar harusnya sedikit demi sedikit, terus menerus, sama jangka waktunya, seperti dua jam setiap malam.
3. Kapan anda belajar?
Apakah waktu malam atau siang hari anda belajar yang bertujuan agar anda mampu mengendalian lingkungan, seperti bising,panas, lelah. Atau anda dapat merumuskan dengan tepat beberapa masalah. 
4. Dimana anda belajar?
Anda harus memperhatikan cahaya, suhu, hawanya, kursi yang tidak nyaman,atu gangguan yang lainnya yang dapat menggagu belajar anda.
5. Seberapa baik konsentarsi anda?
Musuh terberat dalam belajar adalah kurangnya perhatian.
6. Bagaimana sikap anda?
7. Apa metode belajar anda?

Setelah anda menganalisis kebiasaan belajar anda, maka anda sebaiknya mengunakan metode belajar SQ3R(Survey, Question, Read,Recite, dan Review).
1. Survey, sebelum anda memulai membaca, perhatikan judul, dan rangkuman bab, kalau ada untuk menemukan pokok persoalan bab tersebut.
2. Question, sekarang liat kembali judul bab, ubah menjadi pertanyaan, dan tulislah pertanyaan tersebut.
3. Read, bacalah bab tersebut, dan ada harus menggali bahan, aktif mencari hal-hal penting.
4. Recite, kemudian anda mampu menceritakan kembali bab yang telah anda pelajari dengan kata-kata sendiri anda.
5. Review, mengulang bahan tersebut secara berkala agar terhindar dari lupa secara berangsur-angsur.
(Psikologi Tentang Penyesuaian dan Hubungan Kemanusiaan edisi ke tiga, 1990)
Selamat mencoba ya teman-teman.

Saturday, October 20, 2018


HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI DIRI 

SAYA ADALAH.............
Sebelum mengenal lebih banyak orang, sebenarnya terlebih dahulu kita harus mengetahui diri kita sendiri. Karena seyogianya, kita tidak akan mampu mengenal orang lain tanpa kita terlebih dahulu mengenal diri kita sendiri.

Nah, untuk membahas lebih dalam lagi, kita harus tahu apa itu “Diri”?  Menurut Buku Psikologi Tentang Penyesuaian Dan Hubungan Kemanusiaan, Diri dapat didefenisikan sebagai suatu susunan konsep hypotesis yang merujuk pada perangkat kompleks dari karakteristik proses fisik, perilaku dan kejiwaan seseorang. Konstruk hipotetik disini artinya kita tidak dapat menggunakan panca indera kita untuk membuktikan keberadaannya.
Ada banyak aspek yang mempengaruhi tentang diri dalam psikologi (Markus dan Nurius, 1986), yaitu:
1. fisik diri, tubuh dan semua aktivitas biologis yang berlangsung didalamnya. Memang ada banyak orang yang mengatakan hal tersebut lebih kepada akal pikiran daripada tubuh mereka sendiri, misalnya jika tubuh terancam bahaya seperti saat kaki diamputasi, maka diri kita akan terganggu.
2.diri-sebagai-proses, yaitu proses akal pikiran, emosi dan perilaku kita yang konstan. Apabila kita mendapat masalah, maka akan ada respon emosional, kita akan membuat rencana untuk memecahkannya, dan kemudian menindaklanjuti rencana tersebut. Semua hal tersebut bagian dari diri-sebagai-proses.
3. diri-sosial, yang terdiri dari akal pikiran dan perilaku yang kita ambil sebagai respon secara umum terhadap orang lain dan masyarakat (Gergen, 1972). Dalam masyarakat kita memainkan peran tertentu-ayah, anak, dokter, pasien, buruh, majikan, dan seterusnya- dan kita mengidentifikasikan peran tersebut secara kuat.
Suatu penelitian, misalnya menemukan jika kita ditanyai “Siapakah anda?” tanggapan yang pertama mereka akan berkaitan dengan peran, seperti “Saya seorang pelajar”, “Saya seorang Ilmuwan”, atau “Saya seorang ibu dari tiga anak”. Setelah pernyataan tersebut kemudian dilanjutkan dengan gambaran sifat mereka, seperti “Saya seorang yang tekun” atau “Saya seorang yang ramah” (Kuhn dan Mc Partland, 1954). Kita tidak hanya menyesuaikan perilaku dengan peran saja, tetapi juga dengan orang lain, dengan cara mengatur kata-kata dantindakan kita yang akan mempengaruhi kesan tertentu bagi siapa saja yang kita ajak bicara.
4. Konsep-diri, adalah apa yng terlintas dipikiran anda sat anda perpikir tentang “Saya”.  Masing-masing kita akan melukisnya didalam benak kita tentang diri sendiri, mungkin gambarannya ada yang sangat tidak realistis, semua hal tersebut tetap milik kita dan berpengaruh besar terhadap pemikiran dan perilaku kita.
5. Cita-diri, apa yang anda inginkan. Cita-diri merupakan faktor apa yang paling penting dari perilaku anda. Jika cita-cita anda menjadi Presiden wanita pertama di AS, anda akan bertindak berbeda dibandingkan dengan seseorang yang bercita-cita mendapat penghasilan 24 ribu dollar pertahun dan mempunyai kehidupan keluarga yang tentram. Lebih jauh lagi, cita-diri anda menentukan konsep diri anda; dengan mengukur prestasi anda yang sebenarnya dibandingkan dengan cita-diri anda yang anda bentuk konsep-diri anda.
Dari pemaparan mengenak aspek-aspek diri, kita sudah bisa belajar memahami asal perilaku  kita yang terlihat oleh orang lain.



JUMLAH PENDAFTAR PENERIMAAN MAHASISWA BARU IKATAN DINAS POLITEKNIK STATISTIKA STIS TAHUN AKADEMIK 2022/2023

 BERIKUT JUMLAH PENDAFTAR PENERIMAAN MAHASISWA BARU IKATAN DINAS POLITEKNIK STATISTIKA STIS TAHUN AKADEMIK 2022/2023 sumber: https://spmb.st...