Total Pageviews

Friday, November 30, 2018

Praktik Baik Penguatan Pendidikan Karakter Harus Disebarluaskan 



Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berharap praktik-praktik baik dalam penguatan pendidikan karakter (PPK) di sekolah  disebarluaskan, agar bisa diduplikasi di sekolah-sekolah lainnya. Mendikbud menegaskan bahwa PPK bukanlah sekadar konsep, namun yang paling penting adalah implementasinya di satuan pendidikan.

"Jangan setelah bekerja terus diam. Keberhasilan-keberhasilan kita harus kita publikasikan, kita viralkan, bukan untuk sombong tapi agar ada manfaatnya juga buat sekolah yang lain," pesan Muhadjir Effendy kepada peserta Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter di Hotel Golden Boutique Kemayoran Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Dalam kesempatan tersebut diserahkan secara simbolik buku Kumpulan Praktik-Praktik Baik PPK dan Buku Panduan Praktis PPK dari tim penyusun kepada Mendikbud. Muhadjir berharap buku-buku tersebut disebarluaskan agar terasa manfaatnya untuk pendidikan di Indonesia.

Mendikbud juga mendorong sekolah berani mengeksplorasi berbagai sumber belajar di lingkungannya sebagai bagian implementasi PPK. Ia berharap pembelajaran tidak terkungkung di kelas, namun banyak aktivitas di luar kelas. "Untuk pelajaran Biologi misalnya, ajak murid-murid ke sawah, banyak kan yang bisa dipelajari di sawah, tidak harus di kelas terus," ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Mendikbud Bidang Pembangunan Karakter, Arie Budhiman, mengatakan bahwa rakor ini bertujuan untuk merumuskan rencana aksi Tim Implementasi PPK tahun 2019. Peserta rakor berjumlah 248 peserta yang terdiri dari Tim Pengarah PPK, dinas pendidikan provinsi, guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan perwakilan dari unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Arie Budhiman menambahkan bahwa kebijakan PPK merupakan salah satu program prioritas Kemendikbud dalam menjalankan Nawa Cita Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, PPK merupakan gerakan pendidikan yang berada di bawah tanggung jawab satuan pendidikan, bertujuan untuk memperkuat karakter siswa didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga.  (Nur Widiyanto)
sumber: https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2018/11/praktik-baik-penguatan-pendidikan-karakter-harus-disebarluaskan

Saturday, November 10, 2018

Mendikbud Imbau Guru Terus Kembangkan Model Pembelajaran HOTS 10 November 2018

Mendikbud Imbau Guru Terus Kembangkan Model Pembelajaran HOTS  10 November 2018  





Yogyakarta, Kemendikbud —- Memasuki era milenium, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, mengimbau para guru untuk terus mengembangkan belajar mengajar di sekolah dengan model cara berpikir tinggi/higher order thinking skills (HOTS).

Dengan pengembangan model tersebut dapat menghasilkan anak-anak berkemampuan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi yang baik, berkolaborasi, berpikir kreatif, dan percaya diri. Hal tersebut disampaikan Mendikbud saat membuka kegiatan Pembekalan Guru Inti Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berorientasi pada HOTS, di Yogyakarta, Jumat (09/11/2018).

“Dalam menyiapkan peserta didik yang siap bersaing menghadapi era milenium dan revolusi industri 4.0, guru harus mampu mengarahkan peserta didik untuk mampu berpikir kritis, analistis, dan mampu memberikan kesimpulan atau penyelesaian masalah,“ jelas Mendikbud.

Mendikbud mengatakan, belajar pada hakekatnya adalah perubahan tingkah laku. Perubahan tersebut mencakup cara berpikir, bersikap, dan bertindak. “Dalam berbuat sesuatu, pertama yang dilakukan adalah berpikir dahulu. Bersikap dipengaruhi cara berpikir. perilaku atau tindakan, suatu langkah konkrit berdasarkan sikap. Itulah belajar,” terang Mendikbud.

Mendikbud mengajak para guru untuk memperkuat perilaku siswa dengan komponen berpikir, bersikap, dan bertindak. “Ajak siswa kita untuk berpikir kreatif dan kritis, membangun kerja sama atau berkolaborasi. Mohon guru inti jangan berikan pendidikan yang tidak kreatif. Kita harus memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita,“ pesan Mendikbud.

Mendikbud juga berharap para guru inti dapat menularkan ilmu yang didapat selama kegiatan pembekalan kepala guru lain. Tugas guru inti tidak boleh pilih kasih dalam memberikan pencerahan kepada sesama guru. Bagi pengalaman yang didapat.

Kegiatan Pembekalan Guru Inti Nasional Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tinggi yang diselenggarakan pada tanggal 8 hingga 13 November 2018, diikuti oleh 240 peserta dari Provinsi Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat.

Tujuan diselenggarakannya kegiatan pembekalan guru ini adalah untuk menyiapkan guru inti dalam zonasi Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi sesuai dengan mata pelajaran yang diampu guru. Selain itu, untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru inti dalam program peningkatan kompetensi, meliputi konsep, strategi penggunaan perangkat, dan strategi pelaksanaan PKP dalam pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tinggi.

“Sehingga dapat meningkatkan kualitas peserta didik yang pintar dan sukses,” pungkas Mendikbud. *

Yogyakarta, Jumat 9 November 2018
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Sumber : Siaran Pers BKLM, Nomor: 226/Sipres/A5.3/HM/XI/2018

sumber : https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2018/11/mendikbud-imbau-guru-terus-kembangkan-model-pembelajaran-hots

Monday, November 5, 2018

Skema Baru Seleksi Masuk PTN 2019



Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah menetapkan kebijakan terkait Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2019. Kebijakan tersebut terkait pengembangan model dan proses seleksi yang berstandar nasional dan mengacu pada prinsip adil, transparan,fleksibel, efisien, akuntabel serta sesuai perkembangan teknologi informasi di era digital. Untuk itu mulai tahun 2019 Kemenristekdikti akan memberlakukan kebijakan di bidatng seleksi penerimaan mahasiswa baru yang dilaksanakan oleh institusi bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

LTMPT merupakan lembaga nirlaba penyelenggara tes masuk Perguruan Tinggi (PT) bagi calon mahasiswa baru. LTMPT berfungsi: (1) mengelola dan mengolah data calon mahasiswa baru untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh Rektor PTN; (2) melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam konferensi pers Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 di Ruang Sidang Utama, Gedung D Kemenristekdikti  (22/10/) menyebutkan terdapat sejumlah ketentuan baru yang berbeda dari tahun sebelumnya, termasuk sistem tes yang dilakukan peserta sebelum mendaftar ke PTN.

“Tahun 2019 mendatang Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri diselenggarakan oleh institusi bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), dan sistem pelaksanaannya pun berbeda. Kalau tahun sebelumnya peserta daftar dulu baru tes, maka ketentuan di tahun 2019 adalah tes dulu kemudian dapat nilai. Nah nilai tersebut dipakai untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri,” ungkap Menteri Nasir.

Beliau menambahkan, pada pelaksanaan SBMPTN 2019 hanya ada satu metode tes yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan dua materi tes, yakni Tes Potensi Skolastik dan Tes Kompetensi Akademik. Mulai tahun mendatang metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) ditiadakan dan UTBK berbasis Android sementara belum diterapkan (masih dikembangkan).

Lebih lanjut Menteri Nasir menjelaskan pola seleksi masuk PTN tahun 2019 tetap akan dilaksanakan melalui tiga jalur yaitu, yakni SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri, dengan masing-masing  daya tampung SNMPTN minimal 20%, SBMPTN minimal 40% dan Seleksi Mandiri maksimal 30% dari kuota daya tampung tiap prodi di PTN.

Ketua Panitia SBMPTN 2018 sekaligus Rektor Universitas Sebelas Maret Ravik Karsidi menyebutkan, Peserta Tes Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 dapat mengikuti UTBK maksimal sebanyak dua kali, dengan membayar uang pendaftaran UTBK sebanyak Rp. 200.000 pada setiap tes. Ia menambahkan peserta dapat menggunakan nilai tertingginya dalam mendaftar program studi yang diinginkan, pada dua kali UTBK, dengan jenis soal akan sama, namun pertanyaannya akan berbeda. Ia menyebutkan, hal ini bertujuan menjaring calon mahasiswa yang berkualitas serta sesuai perkembangan teknologi informasi di era digital.

Pada kesempatan tersebut tampak hadir Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Naim, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) sekaligus rektor ITB Kadarsah Suryadi, Sekretaris panitia pelaksana SBMPTN 2018 sekaligus rektor ITS Joni Hermana, serta tamu undangan lainnya.

Read more at https://ristekdikti.go.id/kabar/skema-baru-seleksi-masuk-ptn-2019/#ym3DwO0qlSlkEBm8.99

Friday, November 2, 2018


Nilailah Pertemanan yang sedang Kamu Bina pada Masa Kini

Ingat-ingat tiga atau empat dari sahabat-sahabatmu—orang-orang yang paling banyak menghabiskan waktunya dengan kamu dan yang paling mempengaruhi kamu. Apakah pengaruh itu membangun dirimu atau sebaliknya, menjatuhkan? Apakah kamu saling mendukung dengan mereka dalam membuat pilihan-pilihan yang baik, bahkan ketika pilihan-pilihan buruh mudah didapatkan?
Ada teman-teman yangmenolongmu agar menjadi dirimu sendiri yang terbaik, dan ada juga teman-teman yangmembuatmu lebih baik kalau kamu tidak bersama mereka. Gunakan akal sehat ketika memilih teman, maka kamu akan memiliki teman-teman yang mempengaruhimu dengan banyak cara yang positif.

Menguji Pertemanan
Bagi siapa saja yang kamu anggap teman, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
No
Apakah dia . . .
Sering
Jarang
Tidak Pernah
1
Orang yang kamu percaya?



2
Orang yang mendorongmu untuk berhasil dan berprestasi-dan merayakan keberhasilanmu (bukannya menjadi iri atau bersikap negatif)?



3
Orang yang karakternya baik (artinya: jujur, tulus, setia, layak dihormati, dan bertanggung jawab)?



4
Orang yang menyelesaikan perselisihan dengan cara damai?



5
Orang yang memiliki hubungan yang kuat dan positif dengan orangtuanya dan/atau orang-orang dewasa yang lain?



6
Orang yang serius menuntut ilmu?



7
Orang yang tahu bagaimana membuat rencana dan menentukan sasaran?



8
Orang yang memiliki pandangan positif mengenai masa depan?



9
Orang yang dapat bergaul dengan mereka yang memiliki latar belakang berbeda-yang tidak bersikap ganda atau berprasangka?



10
Orang yang baik dan jelas bersih?



11
Orang yang menghormati diri sendiri?



12
Orang yang menghindari situasi-situasi yang berbahaya?



13
Orang yang mengambil risiko positif?



14
Orang yang memberi sumbangsih bagi komunitas dan melayani orang lain?



15
Orang yang menanamkan pengaruh yang positif terhadap dirimu dan anak-anak lain?




SKOR:
Karena tidak ada yang sempurna, hanya segelintir orang yang memiliki kualitas itu pada waktu yang bersamaan. Namun makin banyak kualitas yang dimiliki seorang teman, makin baik pertemanan itu bagi dirimu. Jika seorang teman nyaris tidak memiliki semua atau sebagian besar kualitas-kualitas tersebut, hendaknya kamu mulai mempertimbangkan untuk mencari teman baru. Jika teman tersebut justru orang-orang yang betul-betul kamu perdulikan, mungkin kamu dapat menanamkan pengaruh positif dan menolong dia mengembangkan lebih banyak dari kualitas-kualitas itu.
(Apa yang Dibutuhkan Remaja agar Berhasil, 1998)

JUMLAH PENDAFTAR PENERIMAAN MAHASISWA BARU IKATAN DINAS POLITEKNIK STATISTIKA STIS TAHUN AKADEMIK 2022/2023

 BERIKUT JUMLAH PENDAFTAR PENERIMAAN MAHASISWA BARU IKATAN DINAS POLITEKNIK STATISTIKA STIS TAHUN AKADEMIK 2022/2023 sumber: https://spmb.st...